Kemendikdasmen Uji Coba Kelas Belajar di 85 Sekolah, Ini Fungsi dan Manfaatnya

Kemendikdasmen Uji Coba Kelas Belajar di 85 Sekolah, Ini Fungsi dan Manfaatnya

Jakarta, 6 November 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran melalui Pilot Implementasi Kelas Belajar. Platform Learning Management System (LMS) tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan diuji coba bersama guru serta murid dari 85 sekolah terpilih.

Kelas Belajar dirancang sebagai ruang digital untuk membantu guru mengelola materi, membagikan tugas, memberikan instruksi, dan memantau pekerjaan murid. Peserta didik juga dapat mengakses kembali materi yang telah dibagikan dan mengumpulkan tugas melalui platform yang sama.

Bagaimana Kelas Belajar digunakan?

Pengalaman sekolah peserta uji coba menunjukkan beberapa bentuk pemanfaatan. Guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Bunyu, Kalimantan Utara, menggunakan platform untuk membagikan materi sebelum pembelajaran berlangsung. Murid dapat mempelajari materi terlebih dahulu sehingga waktu tatap muka dapat digunakan untuk pendalaman dan diskusi.

Di SMP Negeri 39 Surabaya, guru Informatika memanfaatkan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial dari Ruang Murid. Materi interaktif ditampilkan melalui Papan Interaktif Digital sehingga murid dapat berpartisipasi secara langsung.

Sementara itu, di SMKS Kesehatan Binatama, Yogyakarta, guru membagikan materi dan video pembelajaran untuk membantu murid mempersiapkan uji kompetensi keahlian. Materi tersebut dapat dibuka kembali ketika dibutuhkan.

Masih dalam tahap pengembangan

Kemendikdasmen menyampaikan bahwa masukan dari guru dan murid menjadi bagian penting dalam penyempurnaan platform. Beberapa kebutuhan yang muncul mencakup kemudahan akses, variasi materi, fitur pengelolaan kelas, dan proses pengumpulan tugas.

Karena masih dalam tahap uji coba, Kelas Belajar belum dapat disebut sebagai platform yang telah diterapkan secara nasional. Pengembangan perlu memperhatikan kebutuhan sekolah dengan kondisi infrastruktur yang berbeda-beda.

Pelajaran bagi kepala sekolah dan guru

Penggunaan LMS sebaiknya tidak berhenti pada pemindahan materi cetak ke ruang digital. Kepala sekolah perlu memastikan teknologi membantu guru merancang pembelajaran yang lebih bermakna, memberi umpan balik, dan menyediakan kesempatan belajar mandiri.

Keberhasilan digitalisasi juga perlu dilihat dari peningkatan partisipasi murid, kemudahan akses, kualitas interaksi pembelajaran, dan kemampuan guru memanfaatkan teknologi secara tepat.

Teknologi pendidikan akan memberikan manfaat ketika digunakan untuk memperkuat hubungan antara guru, murid, materi, dan proses pembelajaran, bukan sekadar menambah aplikasi baru.

Sumber: Kemendikdasmen, Mengenal Kelas Belajar: Melihat Penggunaannya di Sekolah melalui Pilot Implementasi, 4 November 2026.

Tidak ada komentar untuk "Kemendikdasmen Uji Coba Kelas Belajar di 85 Sekolah, Ini Fungsi dan Manfaatnya"